Tanpa Menyisakan Makanan Di Piring, Ini Sifat dan Karakternya

Yuk Share Ke Yang Lain

Aura Psikologi – Banyak yang terheran-heran jika ada cowok selesai makan namun piringnya tetap bersih. Tanpa ada satu butir nasi, tanpa ada satu bji cabai, dan tanpa ada bercak merah sisa sambal. Jika makan ikan atau daging ayam, tetap saja sisa tulangnya tertata di atas piring dan hampir tak ada satu butir nasi pun. Yang menjadi pertanyaan, apakah dia pemakan apa saja? Jika piringnya dapat dimakan, dia pun melahapnya? Apakah lidahnya berfungsi ganda sebagai spons pembersih? Jika selesai makan tidak perlu dibersihkan lagi.

Cowok yang nggak suka menyisakan makanan di atas piringnya menandakan dirinya berasal dari keluarga yang disiplin. Dia diajarkan nilai-nilai moral semenjak kecil oleh orang tuanya, dan orang tuanya mendidik anaknya secara moral dari hal-hal yang sepele seperti makan. Cowok yang  makan seperti ini punya prinsip “Ambil lah secukupnya sesuai dengan kebutuhan (abil nasi dan lauk secukupnya) dan jangan sia-sia kan apa yang Tuhan berikan nikmat untuk manusia (habiskan makanan yang telah diambil)”. Pada umumnya orang tua yang menekankan disiplin dan prinsip yang kuat pada anaknya adalah sebagai pemuka agama, tokoh masyarakat , dan para pendidik (guru atau dosen). Orang tua cowok itu lebih mementingkan anaknya mendapatkan pendidikan yang setinggi-tingginya dari pada mengumpulkan harta.

Pria yang cara makannya seperti ini merupakan anak yang berhasil diajarkan oleh orang tuanya, hingga kepribadiannya memiliki superego yang kuat. Superego pertama kali dikonsepkan Sigmund Freud sebagai kekuatan nilai moral, etik, dan ajaran agama yang ada di kepribadian semua orang, superego pada tiap manusia berbeda-beda kadarnya. Maka cowoknya yang makannya seperti ini, taat beragama, disiplin, tepat waktu, ucapannya bisa dipegang.

Salah satu ciri dari karakteristik superego yang kuat adalah dia bisa menunda kesenangan demi tujuan yang sudah ditargetkan. Jika mahasiswa, maka dia dapat menolak ajakan temannya untuk nongkrong bareng agar menyelesaikan tugas akhirnya dengan cepat. Jika karyawan, dia tetap mamakai handphone lamanya dari pada uang gajihannya dibelikan handphone seri terbaru demi membeli barang baru yang dapat dipakai sehari-hari.

Cowok  seperti ini punya kekurangannya, yaitu punya sifat idealis dan perfeksionis. Dia bisa mengerjakan sesuatu nyaris sempurna. Ada cowok  yang makannya selalu nggak ada sisa, pas ngerjain  tugas akhir kuiah, dia mengerjakannya nyaris sempurna. Padahal tugas akhirnya tidak tidak serumit apa yang dibebankannya, namun dia lah yang menambahkan kerumitan di dalam tugas akhirnya. Idealisnya dalam mengerjakan tugas akhirnya menuntut waktu pengerjaan waktu yang lebih lama.

Penulis : Brigita M & Elly

Foto : IST

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *