Melihat Karakter Cowok Dari Bagaimana Putus Dengan Mantannya

Yuk Share Ke Yang Lain

Aura Psikologi – Kita bisa melihat seperti apa karakter cowok yang kita dekat dengannya atau kita suka dengan dia dengan dilihat dari seperti apa sih dia putus dengan pacarnya. Bagaimana dia putus dengan mantannya yang lalu sebenernya nunjukkan sisi kepribadiannya. Jadi jangan malu bertanya kepadanya, bagaimana ceritanya dia putus dengan mantannya yang terakhir, karena kita bisa belajar dan tahu seperti apa sih dia itu.

1. Dia korban selingkuh mantannya. Mantannya selingkuh pasti ada sebabnya, sebabnya itu bukan hanya mantannya tertarik dengan cowok lain, tapi juga ada penyebab di dalam dirinya, kenapa mantannya mau meninggalkan dia ke pelukan cowok lain. Jika mantannya tertarik dengan cowok lain tapi dia bisa menjaganya, mantannya tak akan meninggalkannya.  Alasan klisenya itu karena bosan, jika ditanya kenapa bosan? Dia pun akan menjawab nggak tahu. Nah mantannya tidak akan tiba-tiba meninggalkannya jika rasa cinta diantara keduanya tetap dijaga terus bersemi. Dia nggak mampu menjaga rasa cinta tetap bersemi malaupun melewati pertengkaran. Apakah pertengkaran karena  egois, apakah dia nggak punya sikap, apakah dia rendah diri, apakah penuntut, apakah manja sebagai seorang cowok, atau lainnya.

2. Dia putus karena menyelingkuhi mantannya. Sekalinya selingkuh, kedepannya dia akan melakukan hal yang sama. Dia selingkuh, artinya dia dalam pacaran yang lalu, menipu cewek. Karena kalau selingkuh, cowok butuh membohongi pacarnya untuk menutupi perselingkuhannya. Walaupun dia pernah cerita kalau dia pernah selingkuh dimasa lalunya, cowok tidak akan jujur kalau dia telah ngebohongi cewek.

3. Dia yang memutuskan pertemanan dengan mantannya. Kalau dia cerita begitu jangan senang dahulu. Walaupun seperti itu, sebenarnya dia masih menyimpan rasa cintanya ke mantannya, dan masih ingin peduli dengannya. Kedengaranya memang aneh sih, dia memutuskan pertemanan dengan mantannya untuk mencoba mengurangi dari rasa sakitnya karena dilema, dilema antara masih sayang dan juga kenyataannya sudah tidak jadi pacarnya lagi. Sikapnya ini bisa dijelaskan dengan teorinya Sigmund Freud, seorang psikolog yang melahirkan aliran psikoanalisis di ilmu psikologi. Memutuskan pertemanan dengan mantannya merupakan mekanisme pertahanan psikisnya dia yang disebut denial atau penyangkalan. Dia berusaha untuk melindungi diri sendiri dari kenyataan bahwa dia sudah nggak menjalin hubungan tetapi rasa sama mantan masih ada. Memutuskan pertemanan juga lari dari kenyataan yang dia dan mantannya sama-sama kenal. Jika sama-sama kenal semua orang juga tahu itu ada hubungan teman.

4. Putus karena “keadaan”. Putus dengan keadaan bisa jadi karena dia pindah ke luar kota karena pekerjaan atau kuliah. Atau apapun penyebabnya,  dia putus karena keadaan yang spesifik yang membatasi gerak antara dia dan mantannya, bisa dibilang pacarannya waktu itu salah tempat dan waktu. Dia ngerasa yakin kalau dirinya akan bertemu dengan seseorang yang tepat. Dia hanya menunggu waktu saja.

Penulis: Brigita M

Foto : wall.alphacoders.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *